SEJAK TAHUN 2011 SAMPAI TAHUN 2013 TIDAK MENDAPAT JATAH PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DARI PEMERINTAH KAB. KUTAI TIMUR DENGAN ALASAN BERADA DI AREA TAMAN NASIONAL KUTAI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR, SEJAK ITU H. IR. ISRAN NOOR, MSI MENJABAT BUPATI KUTAI TIMUR PRIODE 2011 – 2016

SANGATTA,-KUTIM, Kecamatan Sangatta Selatan merupakan bagian pemekaran dari Kecamatan Sangatta ( Sangatta Utara ) Kab. Kutai Timur Provinsi berdasarkan Perda No. 12 tahun 2005 kab. Kutai Timur, Camatnya yang pertama adalah H. Soewito, S.Sos kemudia H. Ilham Syarfie S.Sos dan saat ini Camatnya H. Hamka, S.Sos.

Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur mempunyai 4 ( Empat ) Desa yakni : 1). Desa Sangatta Selatan, 2). Desa Singa Geweh, 3). Desa Sangkima, dan 4). Sangkima Baru ( Teluk Singkamah ).

Kecamatan Sangatta Selatan berpenduduk sekitar 15.000 jiwa dimana kantor Camatnya berada di Muara Gabus Desa Singa Geweh yang tidak jauh rencana Air Port ( Badara Udara )  Sangkima Kab. Kutai Timur.

Sejak H. Awang Faroek Ishak ( Sekarang Menjabat Gubernur Kalimantan Timur ) masih menjabat Bupati Kab. Kutai Timur Priode Tahun 2001-2006 pembangunan infrastruktur  masih berjalan, tetapi H. Awang Faroek Ishak harus mengundur diri sebagai Bupati Kab. Kutai Timur karena  ikut serta pencalonan Gubernur melawan Suwarna AF sekita tahun 2003 untuk Priode tahun 2003-2008 dan kalah, Akhirnya di gantikan oleh wakilnya H. Mahyuddin ST, MM ( Sekarang Anggota DPR Pusat Dari partai Golkar ) untuk melanjutkan sisa jabatannya sehingga pada saat H. Mahyuddin ST, MM menjabat Bupati Transisi pada saat itu tanpa wakil maka pembangunan masih berjalan di ke empat Desa Kecamatan Sangatta Selatan tersebut.

Pada tahun 2006 H. Awang Faroek Ishak turun kembali pencalon MSIan Bupati kab. Kutai Timur Priode 2006-2011 berpasangan dengan H. Ir.  Isran Noor MSI dan akhir memenangkan Pemilukada melawan Bupati Kutai Timur H. Mahyuddin ST,MM berpasangan dengan Drs H. Ardiansyah Sulaiman MSI dengan calon lainnya. Pembangunan Infrastruktur pun masih berjalan di ke empat Desa Kecamatan Sangatta Selatan tersebut, tetapi H. Awang Faroek Ishak harus mengundur diri lagi sebagai Bupati Kab. Kutai Timur karena  ikut serta pencalonan Gubernur melawan Amien ( Eks Walikota Samarinda ) dan Yusuf SK ( Eks Walikota Tarakan )  sekitar tahun 2008 untuk Priode tahun 2008-2013 dan menang, Akhirnya di gantikan oleh wakilnya H. Ir Isran Noor MSI  ( Sekarang Masih Bupati Kutai Timur Sekaligus Ketua APKASI  ) untuk melanjutkan sisa jabatannya sehingga pada saat H. Ir Isran Noor MSI menjabat Bupati Transisi pada saat itu dengan wakil yang terpilih adalah Drs. H. Ardiansyah Sulaiman MSI maka pembangunan masih berjalan di ke empat Desa Kecamatan Sangatta Selatan tersebut sampai tahun 2010.

Sejak H. Ir Isran Noor MSI berpasangan dengan Drs. H. Ardiansyah Sulaiman MSI menang dalam Pemilukada Kab. Kutai Timur Priode 2011 – 2016 melawan Almarhum H. Suardi ( Eks Wakil II Ketua DPRD Kutai Timur 2009-2014 ) dan Sony Miarsono ( Eks GM ESD PT. KPC ), Pembangunan distopkan di ke empat Desa Kecamatan Sangatta Selatan tersebut untuk alokasi dana Pembangunan Infrastruktur APBD Kabupaten Kutai Timur TA 2011-2013 sehingga hampir semua Jalan Protokol dan Umum ( Jalan Kabupaten dan Desa ) Di Kecamatan Sangatta Selatan Rusak Parah akibat alasan memoritoriumdari Pemerintah Pusat tetapi Alokasi APBN dan APBD Provinsi tetap berjalan terus  tahun 2011-2013 di ke empat Desa Kecamatan Sangatta Selatan tersebut.

Apakah itu bukan diskriminasi hukum dan pelanggaran HAM di Kecamatan Sangatta Selatan karena pada saat pemilukada Kab. Kutai Timur priode pada tahun 2011 masyarakatnya masih ikut serta memberikan sumbangsih hak pilihnya dan suara H. Ir Isran Noor MSI berpasangan dengan Drs. H. Ardiansyah Sulaiman MSI terbanyak di Kec. Sangatta Selatan. Semoga masyarakat Kec. Sangatta Selatan buta, tuli dan bisu pada saat Pemilukada Gubernur Kalimantan Timur  tahun 2013, Pemilu DPR/DPRD/DPD tahun 2014, Pilpres tahun 2014 dan Pemilukada Bupati Kutai Timur tahun 2016 jika tidak ada alokasi dana Pembanguna Infrastruktur APBD kab. Kutai Timur TA 2013 ini.

Tutur, Pinta dan Tegas Ketua Pemuda Peduli Pembangunan Kab. Kutai Timur saat ditemui di Kantin Kantor Bupati/Sekertariat kabupaten Kutai Timur atas kepeduliannya dan kprihatinannya terhadap ke empat Desa Kecamatan Sangatta Selatan tersebut.

Lanjut Tutunya Ketua Pemuda Peduli Pembangunan Kab. Kutai Timur, Kami harapkan Tahun Anggaran 2013 lewat APBD-P Kab. Kutai Timur dapat dialokasi dana Pembangunan Infrastruktur, karena Permendagri 66 Tahun 2011 telah diubah kedalam Permendagri No. 62 2012 kemudian diganti/dicabut kedalam Permendagri No. 16 Tahun 2013 tentang Kode dan Data Wilayah Adminstrasi Pemerintahan mempunyai Kode 64.08.12, dimana Permendagri No. 18 tahun 2005 dan Permendagri No. 6 Tahun 2008 belum masuk kedalam  Kode dan Data Wilayah Adminstrasi Pemerintahan, “Pintanya.”

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s