MAFIA PEMBEBASAN LAHAN PT. KPC DIDUGA TUMBUH DAN MENGAKAR SEJAK PT. KPC DIALIHKAN SAHAMNYA KE PT. BUMI RESOURCE

SANGATTA  : Saat Team Teropong temui 04/04/2013 di Jalan Poros Sangatta Simpnag Perdau/Sangatta Bengalon, Ketua  Lembaga Pemuda Peduli Pembangunan Kab. Kutai Timur, Lukman setelah  dari mengecek dan memeriksa lokasi lahan saudara Husen Harun Laupa Dkk menyatakan bahwa Saudara Sahrul selaku bagian dari  Oknum Management Land PT. KPC mengungkapkan lewat handphone bahwa “ mana ada senjata mau diberikan kepada lawan, kita kan sengketa “ walaupun Ketua  Lembaga Pemuda Peduli Pembangunan Kab. Kutai Timur saudara Lukman seringkali katakan pada saudara Sahrul bahwa jika benar lahan tersebut telah dibebaskan maka mana bukti pembayarannya dan mari kita tukar dokumen bahwa siapa yang dokumennya benar dan salah, jika pihak Bapak benar maka kami mundur dan jika salah maka kami akan tetap lanjutkan untuk menduduki ( Kembali Beraktivitas Berkebun dan Bertani Layaknya Petani Lainnya Memliki dan Memelihara Lahan )  dilahan tersebut dengan pemiliknya tetapi sahrul dkk mengarahkan terus jalur hukum dan mengganggap saudara Lukman ngaur saja serta sok tahu dan sok jago, “ tuturnya “.

Saudara Lukman pun sudah melaporkan dan mengirim kelengkapan dokumen lahan saudara Husen  Harun laupa Dkk tersebut via email ke speakup PT. Bumi Resource, Ibu Febri  tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut  dan saudara Lukman mengatakan untuk meluruskan permasalahan tersebut bahwa siapa yang benar dan salah maka cukup PT. Bumi Resource mengirim Pihak Auditor dan Investigatornya ke Kota Sangatta Kab. Kutai Timur dengan menelpon dan menemui saudara Lukman kemudian ke Management Land PT. KPC untuk saling membuka dan saling mengevaluasi dokumen bahwa  siapa yang benar dan siapa yang salah serta saudara Lukman pinta asa  agar kiranya dapat difasilitasi ketemu dengan CEO, Endang Ruchijat  dan COO, R Utoro PT. KPC atau Manager Land Mangement PT. KPC Bambang Sila Sakti Untuk mencari solusi atas kekeliruan anggota atau staff mereka yang berkantor di External Relations PT. KPC, sampai sekarang belum ada tindak lanjut, “ pintanya “.

Ketua  Lembaga Pemuda Peduli Pembangunan Kab. Kutai Timur saudara Lukman lanjut dengan tuturnya telah mengirimkan SMS kepada saudara Sahrul via Handphone bahwa tidak usah berbicara jalur hukum Pak Sahrul dkk, kita berbicara hati nurani dan perasaan dan hak milik bahwa apakah Bapak tidak berbuat apa – apa jika lahan/rumahnya di jual oleh saudara Husen Harun Laupa Dkk, jika tidak ada maka seperti itulah mereka dan adakah orang PT. KPC tidak berbuat apa – apa jika lahan/rumahnya di jual oleh saudara Husen Harun Laupa Dkk , jika tidak ada maka seperti itulah mereka. Saudara sahrul hanya jawab sok jago dan sok tahu dan saya orang lahir di Kabupaten Kutai Timur, saya dikenal orang dan saya tidak takut sama kamu serta kamu tidak akan dapat apa-apa dan lain-lain,”Tuturnya”

Lanjut saudara Lukman, Diduga besar PT. Bumi Resource dan PT. KPC sengaja memelihara dan memupuk mafia pembebasan lahan di Land Management PT. KPC karena  Bambang Sila Sakti  masih fieldstaff sampai sekarang menjabat Manager Land PT. KPC hingga PT. KPC mendapatkan penghargaan the best practice mining, karena jika laporan saudara Lukman telah di follow up/tindak lanjuti maka paling lama 1 bulan 15 hari sudah clear and clean tetapi sudah sekitar lima bulan yang lalu dilaporkan permasalahan tersebut belum ada kejelasan tindak lanjut bahwa PT. Bumi Resource dan PT. KPC bahwa apakah sepihak atau tidak,”Tegas”.

Saudara Lukman telah melaporkan dan membawa surat ke Superintendent Public Communication External Relations PT. KPC, Yordhen Ampung tetapi mengarahkan ke saudara Sahrul dan Ujang yang Nota benenya saudara Sahrul menganggap saudara Lukman menyengketai lahan tersebut padahal saudara Lukman tidak pernah katakan kepada saudara Sahrul Dkk bahwa lahan tersebut sengketa tetapi saudara Sahrul Dkk hanya keliru saja,”tuturnya”.

Bukti Lahan yang telah dibebaskan oleh oknum Land Management PT. KPC adalah diberi tanda Pita Merah dan Papan Tanda Lahan telah dibebaskan tetapi di Lahan saudara Husen Harun Laupa, pada saat kami ke lokasi lahan tersebut tepat di batas saudara Marupi “ batas selatan berdasarkan Surat Segel “ terdapat Pita Merah dan Papan Tanda lahan telah dibebaskan tetapi anehnya tidak satu pun pita merah dan papan tanda bahwa lahan tersebut telah dibebaskan oknum Land Management PT. KPC di lokasi lahan saudara Husen Harun Laupa Dkk. Itu membuktikan bahwa terduga oknum Land Management telah membebaskan lahan tetapi lahan tidak ada maka lahan saudara Husen Harun Laupa Dkk jadi sasaran penunjukan dan kambing hitam ke pimpinannya sebagai tugas dan tanggungjawabnya dilapangan mengenai okum pembebasan dan ganti rugi lahan masyarakat di areal konsesi tambang PT. KPC.

Lebih lanjut saudara Lukman katakan bahwa bukan saja lahan itu mereka lakukan karena berdasarkan keterangan/informasi dari saudara Mahrupi, saudara Saleh, saudari Endang A, Saudari Selle, saudara Laheda, saudara Rahman,  saudara Rusly, saudara Oca, dan saudari Tijah serta lainnya  yang pernah ditemui saudara Lukman di kediamannya lahan mereka  yang umpamanya 15Ha akan disulap oleh oknum Land Management PT. KPC menjadi 10 meter karena pengaruh error gps dan pengguna gps tersebut jua error PT. KPC,”tuturnya”.

Akibat dari ulah dari oknum Land Management PT. KPC maka kami telah mengecek beberapa papan tanda lahan yang telah di bebaskan oleh oknum PT. KPC, Di Jalan Kabo atau Jalur Ke Kecamatan Rantau Pulung Kab. Kutai Timur, Jalan Poros Sangatta – Bengalon/Simpang Perdau dan di Blok Pasir Area Konsesi Tambang PT. KPC yang diduga dalam penulisan kata dan/atau kalimat dalam papan tanda lahan yang telah dibebaskan terjadi kekeliruan dan juga diduga besar pasalnya tersebut bukan masyarakat yang melakukan tetapi oknum Land Management PT. KPC. Apakah Aparat Hukum atau Penegak Hukum yang lebih dikenal pihak yang berwajib tidak memeriksa dan menegur tulisan tersebut bahwa tulis tersebut keliru. Seperti halnya Pasal 368 pidana penjara 2tahun 8bulan padahal 9tahun penjara dan  Kepres ESDM maka mana ada perundang-undangan seperti itu yang seharusnya Kepmen ESDM, ” Tegasnya Lukman”.

Jika lahan saudara Husen Harun L mau di bebaskan oleh PT. KPC maka hubungi para kuasanya saat ini karena lahan tersebut belum pernah sama sekali di bebaskan oleh PT. KPC dan akan digunakan untuk berkebun dan bertani dan saat ini telah kembali ditanami sekitar 500 batang pohon karet maupun lainnya dan targetnya 20.000 Batang Pohon Karet yang luasnya 20Ha dan Jika Lahan tersebut pohon karetnya telah besar dan bisa panen maka PT. KPC di larang melakukan aktifitas tambang di areal tersebut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan pertambangan, pertanian, perkebunan, dan HAM, kami harap penegakan hukum dan HAM yang sebenarnya bukan diskriminasi hukum dan HAM yang diduga sejak PT. KPC beroperasi. Oknum Land Management PT. KPC telah membebaskan lahan tetapi tidak ada lokasi lahannya maka jadi kambing hitamlah lahan kami dan kami digantung-gantung proses ganti rugi pembebasan lahan kami yang hampir sekitar 3 tahun lamanya sehingga kami kembali beraktifitas untuk berkebun dan bertani layaknya pemilik lahan yang memiliki dan memelihara lahannya, “Tutur dan Pinta Husen Harun Laupa “

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s